Panduan Jenis Ukuran Kaos: Cara Menentukan yang Paling Pas untuk Tubuh

Di era serba digital ini di mana pembelian secara online massif terjadi, permasalahan yang kerap terjadi adalah kesalahan menentukan ukuran kaos. Sebab, Anda tidak bisa mencoba langsung, sehingga kaos bisa saja terlalu kecil atau besar. Untuk mengatasi hal ini, maka Anda wajib tahu jenis ukuran kaos sehingga bisa menyesuaikan dengan deskripsi produk pada etalase toko.

Namun, masalah lain juga datang dari label ukuran S, M, L, dan XL di satu toko dengan toko lainnya berbeda. Artinya, ukuran tersebut tidak memiliki standar tunggal. Banyak orang yang bersikukuh menganggap ukurannya selalu L, tanpa mengecek deskripsi produk secara lengkap. Ujung-ujungnya ini jadi asumsi yang keliru dan ukurannya jadi tidak pas saat pesanan sampai di rumah.

Menentukan ukuran kaos yang sesuai harus berdasarkan data tubuh dan spesifikasi produk, bukan berdasarkan standar ukuran yang umum.

Panduan Jenis Ukuran Kaos agar Pas di Tubuh

Kaos dengan ilustrasi, Sumber: claybag.com
Panduan ukuran kaos, Sumber: claybag.com

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar kaos yang dibeli pas dengan ukuran tubuh. Berikut telah kami rangkum informasi mengenai jenis ukuran kaos agar pas di tubuh. Ini dia penjelasannya!

1. Pahami Bahwa Ukuran S, M, L, dan XL Itu Relatif

Dari berbagai jenis brand kaos yang ada di pasaran, semuanya menggunakan huruf untuk menunjukkan ukuran. Mulai dari S, M, L, dan XL. Memang, hurufnya sama, tetapi ukuran sebenarnya bisa sangat jauh berbeda. Apalagi jika sudah menyangkut ukuran lokal dan internasional.

Biasanya, kaos lokal dibuat menggunakan asumsi ukuran baju Indonesia atau Asia yang memiliki ciri fisik, bahu sempit, lingkar dada kecil, dan panjang badan yang lebih pendek. Berbeda dengan ukuran internasional (US dan Eropa) yang biasanya lebih besar.

Sehingga, ukuran L lokal kerap kali setara dengan M untuk ukuran internasional. Meski begitu, ini bukanlah ukuran baku atau mutlak, hanya kecenderungan saja.

Ini juga terkait dengan perbedaan ukuran kaos distro dan kaos pabrik. Biasanya, kaos distro memiliki ukuran yang lebih sempit dan bahu yang lebih pendek. Selain itu, panjang badannya juga dipangkas supaya lebih fit. Lain halnya dengan kaos pabrik yang diproduksi menggunakan konveksi massal yang ukurannya lebih longgar dengan bentuk potongan lurus.

Standar ukuran baju wanita dan pria juga berbeda. Jadi, lebih baik Anda pilih kaos khusus sesuai dengan jenis kelamin supaya lebih aman.

2. Perhatikan Potongannya

Tak hanya dari segi simbol penanda saja, ukuran kaos yang pas tentu harus memperhatikan juga potongannya. Potongan regular fit biasanya dibuat lurus dari dada ke bawah. Ini adalah jenis potongan yang paling aman untuk melakukan aktivitas harian.

Beda dengan potongan oversize yang tentunya lebih besar. Bukan karena terlalu besar tapi karena desain dan modelnya memang dibuat lebih besar. Mulai dari ukuran bahu yang jatuh, badan yang lebih panjang, serta lingkar tubuh yang lebih besar.

Kesalahan yang paling sering dilakukan saat memilih kaos oversize adalah menaikkan dari ukuran asli. Jika begini, maka hasilnya bukan kaos oversize tetapi kebesaran. Secara logika, regular fit menggunakan ukuran lingkar dada dan bahu, sedangkan oversize menggunakan proporsi visual.

3. Lakukan Pengukuran pada Kaos Ternyaman

Pengukuran kaos, Sumber: shopify.com
Pengukuran kaos, Sumber: shopify.com

Cara yang paling aman untuk menentukan ukuran kaos yang pas adalah dengan mengukur dengan meteran, jangan hanya berpatokan pada simbol. Nah, pertama, Anda ukur kaos yang paling nyaman. Jadi, tidak langsung pada badan, tapi mengikuti ukuran kaos.

Anda ukur lebar dada, panjang badan, dan lebar bahu. Jika sudah, selanjutnya Anda bandingkan dengan size chart, bukan pada simbol label. Bisa jadi ukuran L dari satu brand dengan brand lain berbeda jauh. Contoh nyatanya adalah ada satu brand distro yang menjual kaos dengan ukuran L, lebarnya 52 cm. Sedangkan brand lain, ukuran L memiliki lebar 56 cm.

Pada tubuh manusia, tentu selisih 4 cm bisa mengurangi kenyamanan. Meski sama-sama berukuran L, tetapi bisa jadi milik brand tertentu akan lebih sesak dan yang lain pas.

Hal ini dikarenakan setiap brand memiliki pola dasar dan quality control yang berbeda. Begitu juga target pasarnya. Bahkan, toleransi produksi juga mempengaruhi ukurannya. Bahkan, pada produksi massal, dalam satu brand bisa memiliki ukuran yang berbeda jika diproduksi dalam batch yang berbeda.

4. Beda Bahan Beda Ukuran

Ada beberapa jenis bahan yang akan menyusut ukurannya ketika berkali dicuci. Misalnya kaos dengan bahan combed 30s atau katun tebal 20s. Jika Anda membelinya dengan ukuran yang pas di awal, maka bisa jadi akan terlihat “ketarik” setelah beberapa kali pencucian.

Sedangkan pada bahan campuran seperti TC, polyester, dan CVC mempunyai elastisitas berbeda. Ada yang melar dan ada yang tidak. Maka dari itu, pastikan apa bahan kaos tersebut sebelum membeli dengan ukuran yang tepat.

5. Pahami Ciri Kaos yang Pas

Kaos promosi simple modern, Sumber: redbubble.net
Ciri kaos yang pas di badan, Sumber: redbubble.net

Satu kesalahan besar yang kerap terjadi adalah menyesuaikan kaos ke badan. Artinya, mungkin saja kaos terasa sempit, lalu Anda akan bilang nanti juga melar. Jika kependekan, Anda malah bilang tidak masalah. Ini tentu bukan solusi yang benar.

Ciri kaos yang pas adalah bahu akan jatuh pada titik bahu, bukan pada lengan atau leher. Selain itu, dada tidak tertarik ketika bergerak dan panjangnya menutupi perut ketika Anda duduk. Tidak ada kompromi atau toleransi. Jika dari awal sudah tidak memenuhi ciri tersebut, artinya Anda salah memilih ukuran kaos.

6. Jangan Lakukan Kesalahan

Ada beberapa kesalahan umum saat Anda menentukan ukuran kaos yang pas. Pertama, hanya mengandalkan perkiraan saja tanpa mengecek size chart. Kedua, menyamakan ukuran pada semua brand. Ketiga, sengaja mengecilkan ukuran agar kaos tidak terlihat gombrong. Terakhir, mengabaikan jenis pemakaian apakah untuk kerja lapangan, formal kasual, ataupun acara santai.

Pemilihan ukuran kaos memang perkara yang cukup tricky. Jika Anda tidak mengetahui panduannya, maka kaos tidak akan pas dan nyaman saat dikenakan.

Nah, jika Anda ingin kaos yang lebih nyaman, maka bisa juga membuat secara custom di JKID. Di sini, sangat aman untuk pembuatan massal seperti untuk komunitas, perusahaan, sampai organisasi.

Soal ukuran tentu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Apalagi, harganya juga bersaing dengan konveksi lain. Tersedia juga sablon kaos Jogja untuk melengkapi desain kaos Anda. Untuk itu, segera hubungi JKID untuk dapatkan penawaran terbaik!

Tinggalkan komentar