4 Jenis Kain Serat Alami yang Populer di Industri Tekstil dan Kelebihannya

Dalam industri tekstil, pada dasarnya terdapat dua kubu besar yakni serat sintetis dan serat alami. Menariknya, beberapa tahun terakhir ini, tren global justru kembali ke bahan alami yang eco-friendly. Tidak hanya itu saja, kain serat alami juga dianggap lebih nyaman dikenakan. Dalam sejarah, tubuh manusia telah berevolusi ribuan tahun dan bersentuhan dengan bahan organik dari alam.

Maka dari itu, penggunaan kain serat alami lebih adem, tidak mudah gerah, tidak menyebabkan kelembapan, dan jarang menyebabkan iritasi. Serat alami sendiri berasal dari hewan atau tumbuhan langsung tanpa rekayasa kimia yang berat. Karakter kain lebih mudah mengikuti suhu tubuh, berpori, serta menyerap keringat secara optimal.

Itulah penyebab mengapa tren tekstil kembali ke bahan alami baik pada industri pakaian muslim, fashion premium, dan pakaian bayi.

Jenis Kain Serat Alami Populer untuk Kebutuhan Industri

Di bawah ini akan kami berikan informasi lengkap mengenai jenis kain serat alami yang paling populer dan banyak digunakan untuk kebutuhan industri.

1. Katun atau Cotton

Kain katun, Sumber: idntimes.com
Kain katun, Sumber: idntimes.com

Kain katun berasal dari serat tanaman kapas. Jenis kain yang satu ini masuk di daftar teratas bahan kain berkualitas yang paling banyak dipakai di dunia tekstil. Karakteristik dari katun adalah berbentuk tubular berongga sehingga sirkulasi udaranya sangat bagus.

Inilah alasan mengapa baju yang menggunakan bahan katun akan terasa adem meski dipakai pada cuaca panas. Selain itu, katun juga memiliki daya serap air yang tinggi sehingga tidak lembab meski banyak keringat yang keluar dari tubuh.

Kain ini cocok digunakan oleh semua usia, sangat direkomendasikan untuk anak-anak yang biasanya memiliki kulit sensitif. Kain ini juga bisa digunakan untuk aktivitas harian dan sangat relevan untuk orang-orang yang tinggal di iklim tropis seperti Indonesia.

Kelebihan dari katun di antaranya adalah bisa menyerap keringat dengan sangat baik. Katun juga tidak menyebabkan alergi, tidak panas, dan yang paling disukai adalah harganya relatif terjangkau. Untuk perawatannya cukup mudah karena bisa dicuci menggunakan mesin. Namun, jangan gunakan air yang terlalu panas karena bisa menyebabkan kain menyusut.

2. Linen atau Rami Flax

Kain linen, Sumber: voi.id
Kain linen, Sumber: voi.id

Selain katun, contoh kain serat alami yang nyaman digunakan adalah linen. Ini adalah sejenis kain yang berasal dari tanaman flax. Linen juga jadi salah satu kain yang paling tua di dunia dan sudah digunakan sejak zaman Mesir kuno.

Ciri linen adalah memiliki pori-pori yang lebih besar ketimbang katun, sehingga sirkulasi udaranya jauh lebih baik. Linen juga dapat menghantarkan panas tubuh keluar dengan lebih cepat dari katun. Sehingga, Anda tidak perlu heran jika ada sensasi dingin ketika linen menempel pada tubuh.

Kain ini sangat direkomendasikan saat cuaca sedang panas ekstrem. Anda juga bisa mempertimbangkan mengenakan baju dari linen ketika beraktivitas berat seperti traveling, outdoor, dan sebagainya.

Kelebihan linen adalah sangat breathable, memiliki anti bakteri, cepat kering, dan bisa memberikan tampilan yang elegan effortless. Anda dapat merawatnya menggunakan air dingin untuk pencucian. Bahkan, Anda tidak perlu menyetrika karena ciri khasnya adalah sedikit kusut.

3. Wol

Jenis kain wol, Sumber: mamikos.com
Kain wol, Sumber: mamikos.com

Asal serat wol ini dari bulu domba dan terkenal menjadi kain yang bisa menghangatkan. Hal ini dikarenakan struktur serat wol berbentuk spiral sehingga bisa menjebak udara yang keluar. Sehingga, udara akan menjadi insulator panas bagi tubuh.

Kain ini cocok dipakai oleh orang yang kerap ada di ruangan AC, pada malam hari, serta di tempat dengan suhu rendah. Jika Anda berencana untuk jalan-jalan ke luar negeri atau ke dataran tinggi sangat direkomendasikan mengenakan pakaian berbahan wol.

Kelebihan dari wol di antaranya bisa menghangatkan tubuh tapi tidak gerah, bisa menyerap bau, serta tidak mudah kotor. Perawatannya tidak sulit, tetapi Anda butuh pencucian menggunakan tangan dan tidak boleh diperas. Penjemurannya juga tidak digantung, melainkan dengan jemur datar.

4. Sutra

Kain sutra asli, Sumber: grid.id
Kain sutra, Sumber: grid.id

Selanjutnya, ada kain serat alami yang berasal dari kepompong ulat sutra. Ya, betul sekali, kain sutra. Kain ini merupakan protein alami atau fibroin yang serupa dengan rambut manusia. Permukaannya sangat halus mikroskopis sehingga saat dikenakan, gesekan dengan kulit sangat minim. Inilah yang menyebabkan kain sutra terasa dingin tetapi hangat dan bisa menyesuaikan dengan suhu tubuh.

Kain ini bisa dikenakan oleh bayi, orang dengan kulit yang sensitif, dan bisa digunakan untuk pakaian formal. Kain ini juga cocok untuk acara resmi yang dilakukan di lokasi indoor atau ruangan ber-AC.

Kelebihan lainnya adalah memiliki tekstur yang sangat lembut, tampilannya mewah, serta tidak menyebabkan iritasi. Namun, perawatannya cukup intens karena Anda tidak bisa mencucinya di mesin dan harus menggunakan deterjen khusus. Penjemuran juga dilakukan tanpa terpapar sinar matahari langsung.

Dalam pemilihan kain serat alami, tentu tidak ada yang paling baik dan sempurna, dalam situasi berbeda mungkin kain A jauh lebih baik dari kain B. Namun, ada juga situasi yang menjadikan kain B lebih baik ketimbang kain A.

Apapun kainnya, kunci kenyamanan juga ada pada proses penjahitannya. Nah, jika Anda ingin membuat seragam kerja, baju komunitas, maupun pakaian brand sendiri, maka pilihlah konveksi yang tepercaya seperti JKID. Di sini, produksi pakaian dilakukan secara rapi dengan ukuran presisi. Anda juga bisa melakukan konsultasi pemilihan bahan sesuai kebutuhan.

Di sini, menyediakan jasa pembuatan kaos, sablon kaos Jogja, seragam, hoodie, custom clothing and produk lainnya. Anda juga bisa menggunakan bahan serat alami yang dapat disesuaikan dengan fungsi pemakaian. Untuk itu, segera konsultasikan kebutuhan Anda pada narahubung JKID melalui ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!

Tinggalkan komentar