Apa Itu Sablon Flocking? Mari Kenali Teknik Ini Lebih Dalam!

Variasi teknik sablon yang bisa Anda pilih sangatlah banyak. Salah satu yang sedang naik daun yaitu sablon flocking. Fenomena ini memberikan peluang bisnis yang luas bagi para calon pengusaha yang tertarik untuk memulai bisnis kaos distro.

Apapun teknik sablon yang dipilih, Anda harus bisa mengikuti tren pasar yang sedang berkembang. Disamping itu Anda juga perlu menjaga kualitas produk dan melakukan inovasi secara terus-menerus.

Apa Itu Sablon Flocking? 

Mengenal sablon flocking, Sumber: skreenandsound.com
Mengenal sablon flocking, Sumber: skreenandsound.com

Sablon flocking adalah jenis sablon yang juga dikenal dengan nama sablon bludru. Dinamakan sablon bludru karena jenis sablon kaos yang satu ini mampu menciptakan desain dengan permukaan lembut dan berbulu seperti kain bludru.

Sablon ini menggunakan bahan serat halus yang disebut flock untuk mencapai tekstur yang unik. Flock ini terbuat dari serbuk serat sintetis yang memiliki tampilan menyerupai bludru. Proses pembuatan sablon ini memerlukan mesin pemanas dan lem khusus.

Fungsinya adalah untuk melapisi area yang ingin diaplikasikan dengan flock. Setelah itu, serat-serat halus tersebut disemprotkan ke area yang telah dilapisi lem kemudian dipanaskan agar menempel kuat pada permukaan kain. 

Proses pembuatan sablon ini tergolong rumit. Namun hal itu sebanding dengan hasil yang didapat. Sablon satu ini sering dimanfaatkan untuk membuat gambar pada aneka produk tekstil seperti kaos, jaket, atau tas.

Kelebihan Sablon Flocking

Kelebihan sablon flocking, Sumber: windofaapparel.co.id
Kelebihan sablon flocking, Sumber: windofaapparel.co.id

Sablon flocking banyak diminati bukan tanpa alasan. Ada kelebihan yang bisa didapat jika Anda menyablon kaos menggunakan teknik yang satu ini. Untuk lebih jelasnya berikut dua kelebihan dari teknik sablon flocking.

1. Desain Terlihat Eksklusif

Proses sablon flocking menghasilkan desain yang timbul dan berbulu, memberikan dimensi tambahan pada kaos yang membuatnya terlihat unik. Hal ini menciptakan kesan bahwa kaos tersebut bukanlah produk biasa, melainkan merupakan karya seni yang bernilai tinggi.

Desain kaos yang terlihat eksklusif tentu dapat meningkatkan rasa percaya diri bagi pemakainya karena hal itu menandakan bahwa Anda memiliki selera yang bagus. Tekstur lembut dan berbulu dari sablon flocking memberikan pengalaman taktil yang menyenangkan.

2. Tahan Lama

Salah satu kelebihan sablon satu ini yang menjadi pertimbangan utama yaitu keawetannya. Meskipun memiliki tekstur lembut dan halus, sablon ini tidak mudah pudar atau rusak setelah sering dicuci.

Hal itu membuat produk tekstil yang dihiasi dengan sablon flocking tetap tampak seperti baru, keindahan bentuk dan warnanya akan selalu terjaga untuk jangka waktu yang lama. Daya tahan sablon flocking berasal dari proses produksi yang menggunakan perekat.

Perekat tersebut akan membuat desain menempel dengan kuat pada permukaan kain. Selain itu, penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi dalam proses pembuatan sablon ini juga berpengaruh terhadap keawetan pakaian.

Kekurangan Sablon Flocking

Kekurangan sablon flocking, Sumber: lunartextile.com
Kekurangan sablon flocking, Sumber: lunartextile.com

Meskipun terlihat menarik, sablon flocking memiliki beberapa kekurangan. Namun kekurangan yang ada bukanlah suatu masalah besar karena hal itu bisa diatasi dengan cara lain. Berikut adalah kekurangan sablon flocking yang perlu Anda ketahui.

1. Desain Terbatas

Sablon ini kurang cocok untuk aplikasi desain yang rumit karena proses pencetakannya membutuhkan stensil yang terbuat dari serat halus untuk menciptakan efek beludru. 

Selain itu teknik ini juga tidak bisa digunakan untuk mencetak beberapa warna sekaligus. Oleh karena itu teknik sablon ini biasanya digunakan untuk mencetak gambar-gambar yang sederhana seperti angka, logo, huruf, atau gambar dengan kontur yang jelas.

2. Perlu Dirawat Secara Khusus

Sablon flocking akan awet jika dirawat dengan benar. Agar awet hindari mencuci kaos yang dihiasi dengan sablon flocking dengan air panas atau deterjen yang mengandung zat kimia keras. Tindakan tersebut dapat merusak serat halus yang menempel pada kain. 

Sebaiknya Anda mencuci kaos dengan air dingin atau suhu rendah dan menggunakan deterjen yang lembut. Hindari juga menjemur produk sablon flocking di bawah sinar matahari langsung karena paparan sinar UV dapat menyebabkan warna desain memudar lebih cepat. 

Peralatan Sablon Flocking

Untuk menempelkan desain menggunakan teknik sablon flocking diperlukan sejumlah peralatan khusus. Berikut ini adalah alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat gambar menggunakan teknik sablon flocking:

1. Rakel

Pertama ada rakel dengan bentuk kotak yang berfungsi sebagai alat untuk menyebarkan atau meratakan tinta sablon. Rakel terbuat dari bahan yang lunak seperti karet agar tidak merusak screen.

2. Screen

Screen atau layar sablon tersedia dalam beberapa mesh count seperti T40, T54, atau T62. Fungsi utama dari screen adalah untuk mencetak desain pada kain dengan tingkat akurasi dan detail yang tinggi.

3. Film Sablon

Alat selanjutnya ada film sablon yang terbuat dari berbagai pilihan bahan seperti kertas, kalkir, atau nylon. Fungsinya adalah untuk membuat stensil desain yang nantinya akan dicetak pada kain. 

4. Lem Flock

Lem flock atau pasta sablon flock adalah bahan yang digunakan untuk menempelkan serat halus pada kain. Dengan lem flock hasil sablon akan membentuk efek bludru yang diinginkan.

5. Hot Gun dan Mesin Press

Hot gun digunakan untuk mengeringkan lem dan mempercepat proses pengikatan serat halus pada kain. Sedangkan mesin press digunakan untuk memberikan tekanan dan panas yang diperlukan untuk menempelkan serat halus agar bisa menempel kuat pada kain.

Cara Aplikasi Sablon Flocking

Cara menyablon, Sumber: solokonveksi.com
Cara menyablon, Sumber: solokonveksi.com

Aplikasi sablon flocking dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu manual, digital, atau kombinasi keduanya. Pada sablon manual sebenarnya mirip dengan sablon pada umumnya akan tetapi tinta diganti dengan serbuk flock yang ditabur setelah lem dioles pada kain.

Untuk metode digital, aplikasi sablon flocking dilakukan dengan mencetak desain pada kertas transfer flock yang mirip dengan stiker dengan printer digital. Setelah dicetak, desain dipotong sesuai pola dan desain ditempel menggunakan mesin press.

Sedangkan metode gabungan memanfaatkan stiker transparan yang dicetak menggunakan printer digital kemudian desain ditempel secara manual ke kain flock menggunakan lem. Setelah itu baru di press menggunakan mesin.

Itulah penjelasan lengkap mengenai sablon flocking. Jika Anda tertarik memiliki kaos yang disablon, maka bisa pesan di JKID. Kami melayani jasa sablon kaos Jogja untuk kebutuhan pribadi, tim, maupun untuk para pengusaha kaos distro.

Leave a Comment